Kritik, Saran dan Keluhan Hubungi Bagian IPP RSUD dr.H.Moh Anwar Kab. Sumenep.    Contact Person : Lalu Saprul F. SKM. Hp 081803237413 / Kotak Saran Online

Visi dan Misi
VISI
RSUD. Dr. H. MOH. ANWAR Yang Terbaik, Dikagumi dan Menjadi Pilihan Utama dalam Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kabupaten Sumenep dan Sekitarnya

MISI
Menjadi Rumah Sakit Terpercaya

Menjadi Rumah Sakit yang paling sehat dan inovatif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat

Menjadi Rumah Sakit yang dikelola secara profesional

TUJUAN RUMAH SAKIT
Memberikan pelayanan kesehatan secara paripurna dan terpadu kepada seluruh lapisan masyarakat

Meningkatkan citra pelayanan pemerintah dibidang pelayanan kesehatan

MOTTO RUMAH SAKIT
Salam, sapa, dan senyum kami untuk kesembuhan anda

Keselamatan, kesembuhan, dan kepuasan pasien adalah kebahagiaan kami

Baik, lebih baik, dan terbaik, tidak pernah berhenti, sampai baik menjadi lebih baik, dan lebih baik menjadi terbaik

WORKSHOP STANDAR AKREDITASI DI RUMAH SAKIT VERSI 2012

LATAR BELAKANG

     Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) adalah lembaga independen pelaksana akreditasi rumah sakit yang bersifat fungsional, non struktural dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan. KARS tersebut dibentuk pertama kali pada tahun 1995 dan setiap 3 (tiga) tahun peraturan diperbaharui, antara lain UU Kesehatan 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, PMK. No. 71 Tahun 2013 tentang Rumah Sakit Wajib Akreditasi, dan  melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 417/Menkes/Per/II/2011 tentang Komisi Akreditasi Rumah Sakit, dengan tugas dan fungsi melaksanakan akreditasi di Indonesia.


Akreditasi Rumah Sakit pertama kali dilaksanakan pada tahun 1995, dengan 5 pelayanan, kemudian pada tahun 1998 bertambah menjadi 12 pelayanan dan pada tahun 2001 menjadi 16 pelayanan. Namun sejalan dengan peningkatan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang berfokus kepada pasien. Maka diperlukan perubahan paradigma akreditasi yang berfokus kepada provider menjadi akreditasi yang berfokus kepada pasien.

Perubahan sistem dan konsep akreditasi di dunia perlu diikuti pula oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit di Indonesia, karena itu akreditasi dengan standar pelayanan fokus kepada provider, mulai tahun 2012 berubah menjadi berfokus kepada pasien.
Standar akreditasi yang dikembangkan tersebut mengacu dengan standar dari Joint Comission International (JCI) yang terdiri dari 2 kelompok yaitu standar pelayanan berfokus kepada pasien dan standar manajemen rumah sakit.
Dengan berbagai pertimbangan, standar akreditasi tersebut dijadikan menjadi kelompok yaitu standar pelayanan berfokus ke pasien, standar manajemen rumah sakit dan sasaran keselamatan pasien, yang awalnya merupakan standar pelayanan berfokus kepada pasien.
Dengan sasaran keselamatan pasien menjadi kelompok tersendiri diharapkan dapat lebih memacu rumah sakit untuk menerapkan program keselamatan pasien di rumah sakit.
Di sisi lain, dengan adanya komitmen negara Indonesia untuk mencapai MDGs, dimana bidang kesehatan menjadi salah satu kontributor pencapaian MDGs maka standar dari JCI tersebut ditambah satu kelompok yaitu Sasaran program MDGs.

    Harus diakui, perubahan standar perlu diikuti pula perubahan pola pikir dan budaya di rumah sakit dari yang berorientasi kepada provider menjadi berorientasi kepada pasien. Dalam rangka sosialisasi standar dan untuk membantu rumah sakit dalam memahami dan bagaimana mengimplementasikan standar maka Komisi Akreditasi Rumah Sakit menyediakan paket workshop yang dapat diselenggarakan di rumah sakit dan rancang sesuai kebutuhan rumah sakit.

TUJUAN :
Umum :
Terwujudnya peningkatan mutu dan keselamatan pasien, melalui implementasi standar akreditasi yang berorientasi kepada pasien.

Khusus :

  1. Meningkatnya pemahaman para praktisi RS terhadap standar akreditasi pelayanan berfokus pasien
  2. Meningkatnya pemahaman para praktisi RS terhadap standar akreditasi dan elemen penilaian yang ada di standar akreditasi rumah sakit
  3. Meningkatnya implementasi program keselamatan pasien di rumah sakit


SASARAN :
    Seluruh rumah sakit di Indonesia yaitu rumah sakit publik dan rumah sakit privat, rumah sakit umum dan rumah sakit khusus.

PESERTA WORKSHOP DARI RUMAH SAKIT :
1.    Direktur utama/Direktur/Pimpinan rumah sakit
2.    Komite Medis
3.    Staf Medis
4.    Kepala Bidang/Kepala Bagian/Manajer
5.    Tim Akreditasi Rumah Sakit
6.    Staf RS yang terlibat dalam upaya peningkatan mutu

WAKTU PELAKSANAAN :
•    Workshop dilaksanakan selama 2 (dua) hari,
•    Setiap hari peserta dibagi menjadi 2 (dua) kelompok.

RSUD dr. H. Moh. Anwar Kab. Sumenep telah melaksanakan workshop Standar Akreditasi 2012 pada tanggal 6 Oktober 2015 – 7 Oktober 2015. Baca berita terkait di sini