Kritik, Saran dan Keluhan Hubungi Bagian IPP RSUD dr.H.Moh Anwar Kab. Sumenep.    Contact Person : Lalu Saprul F. SKM. Hp 081803237413 / Kotak Saran Online

Visi dan Misi
VISI
RSUD. Dr. H. MOH. ANWAR Yang Terbaik, Dikagumi dan Menjadi Pilihan Utama dalam Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kabupaten Sumenep dan Sekitarnya

MISI
Menjadi Rumah Sakit Terpercaya

Menjadi Rumah Sakit yang paling sehat dan inovatif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat

Menjadi Rumah Sakit yang dikelola secara profesional

TUJUAN RUMAH SAKIT
Memberikan pelayanan kesehatan secara paripurna dan terpadu kepada seluruh lapisan masyarakat

Meningkatkan citra pelayanan pemerintah dibidang pelayanan kesehatan

MOTTO RUMAH SAKIT
Salam, sapa, dan senyum kami untuk kesembuhan anda

Keselamatan, kesembuhan, dan kepuasan pasien adalah kebahagiaan kami

Baik, lebih baik, dan terbaik, tidak pernah berhenti, sampai baik menjadi lebih baik, dan lebih baik menjadi terbaik

Peduli Limfoma

Limfoma atau yang biasa disebut sebagai penyakit kelenjar getah bening adalah kanker dari sistem limfatik, yang meliputi kelenjar getah bening, limpa, dan organ lain termasuk paru-paru, hati, atau saluran pencernaan.  limfoma dapat diobati dan lebih dari 50 persen individu tetap hidup lebih dari lima tahun.

 

15 September adalah Hari Peduli Limfoma se- Dunia, sebagai bentuk kepedulian terhadap penderita limfoma maka dalam artikel ini akan dibahas mengenai pengertian, gejala serta pencegahan penyakit Limfoma.

Pengertian :

Limfoma adalah salah satu jenis kanker darah yang terjadi ketika limfosit B atau T yaitu sel darah putih yang menjaga daya tahan tubuh, menjadi abnormal dengan membelah lebih cepat dari sel biasa atau hidup lebih lama dari biasanya. Limfoma dapat muncul di berbagai bagian tubuh, seperti nodus limfa, limpa, sumsum tulang, darah, atau organ lainnya, yang pada akhirnya akan membentuk tumor, yang tumbuh dan mengambil ruang jaringan dan organ di sekitarnya, sehingga menghentikan asupan oksigen dan nutrien untuk jaringan atau organ tersebut. 

Limfoma dibedakan menjadi dua kategori yaitu limfoma Hodgkin tanda yang khas dari penyakit ini ialah ditemukannya sejenis sel yang disebut sel Reed-Steinberg, dan jenis lainnya adalah limfoma non-Hodgkin (Non-Hodgkin’s lymphoma–NHL). 

 

Penyebab :

Limfoma muncul ketika ada satu limfosit (sel getah bening) mengalami sejumlah mutasi genetik dan kehilangan kendali terhadap reproduksinya. Sel yang memperbanyak diri ini terus bermutasi dan berkembang menjadi tumor kemudian menyerang jaringan getah bening seperti kelenjar getah bening atau pun limpa. Bahaya yang paling besar dari limfoma adalah penyebarannya ke jaringan atau organ lainnya.

Sarkoma Kaposi (KS) pada Odha merupakan infeksi ganda dari HIV dan virus herpes penyebab sarkoma Kaposi (Kaposi’s sarcoma-associated herpesvirus–KSHV) yang baru dikenal. Bagaimana dengan limfoma pada Odha? Penelitian baru-baru ini menegaskan peranan aktif virus Epstein-Barr (EBV) dalam perkembangan limfoma. Salah satu jenis NHL yaitu limfoma Burkitt, terbukti berkaitan dengan EBV. Di seluruh dunia, EBV berperan pada sekitar separuh dari seluruh kasus kanker pada tenggorokan atas, serta lebih dari 30% dari semua kasus penyakit Hodgkin dan 10% NHL. Hipotesis bahwa HIV memberdayakan virus lainnya untuk menyebabkan kanker tertentu tampaknya baik untuk diteliti lebih jauh. Penelitian diperlukan untuk menjelaskan peranan EBV pada limfoma akibat AIDS, walaupun hubungan antara KSHV dan KS serta peranan virus papilloma manusia dalam kanker anogenital tampaknya lebih bisa dimengerti. Penelitian itu juga diperlukan untuk mengetahui hubungan antara virus herpes yang baru ditemukan dengan limfoma. Penelitian semacam itu dapat menghasilkan cara baru dalam memprediksi dan mengobati limfoma.

Di lain pihak, sebuah penelitian berskala kecil menyatakan bahwa ada hubungan antara kadar racun dan pestisida tertentu di dalam tubuh seseorang dengan risiko NHL. Karena sedikitnya jumlah peserta dalam penelitian ini, maka dibutuhkan penelitian yang lebih lanjut untuk menguatkannya.

Gejala :

Gejala awal yang dapat dikenali adalah pembesaran kelenjar getah bening di suatu tempat (misalnya leher atau selangkangan) atau di seluruh tubuh. Kelenjar membesar secara perlahan dan biasanya tidak menyebabkan nyeri.

Kadang pembesaran kelenjar getah bening di tonsil (amandel) menyebabkan gangguan menelan. Pembesaran kelenjar getah bening jauh di dalam dada atau perut bisa menekan berbagai organ dan menyebabkan:

 

  • gangguan pernafasan
  • berkurangnya nafsu makan
  • sembelit berat
  • nyeri perut
  • pembengkakan tungkai.

 

Jika limfoma menyebar ke dalam darah bisa terjadi leukemia. Limfoma dan leukemia memiliki banyak kemiripan. Limfoma non-Hodgkin lebih mungkin menyebar ke sumsum tulang, saluran pencernaan dan kulit. Pada anak-anak, gejala awalnya adalah masuknya sel-sel limfoma ke dalam sumsum tulang, darah, kulit, usus, otak dan tulang belakang; bukan pembesaran kelenjar getah bening. Masulknya sel limfoma ini menyebabkan anmeia, ruam kulit dan gejala neurologis (misalnya kelemahan dan sensasi yang abnormal).

Biasanya yang membesar adalah kelenjar getah bening di dalam, yang menyebabkan:

 

  •  pengumpulan cairan di sekitar paru-paru sehingga timbul sesak nafas
  •  penekanan usus sehingga terjadi penurunan nafsu makan atau muntah
  •  penyumbatan kelenjar getah bening sehingga terjadi penumpukan cairan.

 

Pengobatan

•Radiasi dan/atau kemoterapi 

•Transplantasi sumsum tulang bersifat opsional bagi beberapa pasien.

Pencegahan

Salah satu cara untuk mencegah tubuh terjangkit penyakit ini adalah dengan menjaga pola makan, antara lain :

•Mengurangi atau menghindari asupan produk hewani (Susu, Daging, dsb)

•Mengurangi asupan lemak, terutama lemak trans (minyak terhidrogenasi parsial, seperti yang sering ditemukan dalam makanan yang digoreng, “makanan cepat saji”, beberapa margarin, dan makanan yang dipanggang secara komersial)

•Meningkatkan asupan buah-buahan dan sayuran

•Mengkonsumsi biji-bijian atau serat makanan dari buah-buahan dan sayuran

•Pemeliharaan berat badan yang sehat, kelebihan berat badan secara signifikan dapat meningkatkan risiko limfoma non-Hodgkin

 

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Limfoma

http://tinggalklikajah.wordpress.com/kanker-limfoma/

http://sweetspearls.com/naturally-plus/naturally-cara-mencegah-dan-mengatasi-limfoma-hodgkin/

http://infopemanasanglobal.wordpress.com/2013/03/05/limfoma/

 

Add comment


Security code
Refresh